Selasa, 24 Juli 2018

Pengertian ABD

Pengertian Administrasi Basis Data

Pengertian
 administrasi basis data adalah orang yang bertanggung jawab untuk desain, pelaksanaan, pemeliharaan dan perbaikan database organisasi. Mereka juga dikenal dengan Database Programmer, dan terkait erat dengan Database Analyst, Database Modeler, Programmer Analyst, dan Systems Manager. Peran mencakup pengembangan dan desain database, pemantauan dan meningkatkan kinerja dan kapasitas database, dan perencanaan kebutuhan perluasan di masa depan. Mereka mungkin juga merencanakan, mengkoordinasi dan melaksanakan langkah-langkah keamanan untuk menjaga database.
Peran 
administrasi basis data adalah Instalasi perangkat lunak yang baru dari perangkat lunak DBMS, aplikasi perangkat lunak, dan perangkat lunak lain yang berhubungan dengan administrasi DBMS. Penting bahwa DBA menguji software baru sebelum pindah ke sebuah lingkungan produksi. 
Konfigurasi hardware dan software dengan sistem administrator
Dalam banyak kasus, perangkat lunak sistem hanya dapat diakses oleh administrator sistem. Dalam kasus ini, DBA bekerja sama dengan administrator sistem untuk melakukan instalasi perangkat lunak, dan untuk mengkonfigurasi hardware dan software agar berfungsi secara optimal dengan DBMS.  
Keamanan administrasi  
Salah satu tugas utama DBA adalah untuk memantau dan mengelola keamanan DBMS. Hal ini melibatkan penambahan dan menghapus pengguna, pemberian quota, audit, dan memeriksa masalah keamanan. Analisis data - DBA menganalisis data yang tersimpan dalam database dan membuat rekomendasi yang berkaitan dengan kinerja dan efisiensi penyimpanan data. Ini termasuk penggunaan indeks efektif, memungkinkan "Paralel Query" eksekusi, atau fitur khusus DBMS lainnya.  
Komponen Arsitektur DBMS Enterprise 
a)       Data Dictionary adalah sebuah repository yang menyimpan data definition dan deskripsi dari struktur data didalam database.
b)       DBMS Utilities adalah program yang memungkinkan user mengelola data dengan cara create, edit, delete data dan file. Di dalamnya termasuk data recovery dan back up. 
c)     Report Generator adalah program untuk menghasilkan laporan yang berasal dari data yang disimpan. 
Struktur Memori Arsitektur DBMS Enterprise
  
a)     Struktur Hirarki digunakan dalam DBMS mainframe awal. Hubungan records bentuk model treelike. Struktur ini sederhana namun nonflexibel karena hubungan terbatas pada hubungan satu ke banyak IBM sistem IMS dan mobile RDM adalah contoh sistem basis data hirarki dengan beberapa hirarki atas data yang sama. Struktur ini digunakan juga untuk menyimpan informasi geografis dari sistem file.
b)       Struktur Jaringan terdiri dari hubungan yang lebih kompleks dengan banyak catatan dari akses mengikuti salah satu dari beberapa jalan. 
c)       Struktur Relasional adalah yang paling umum digunakan saat ini. Digunakan oleh mainframe, midrange, dan sistem komputer mikro. Menggunakan dua dimensi baris dan kolom untuk menyimpan data. 
d)       Struktur Multidimensi struktur ini menampilkan tampilan spreadsheet seperti data dan mudah untuk mempertahankan karena catatan disimpan sebagai atribut fundamental.
  Proses-Proses DBMS Enterprise
1.         Mendefinisikan Kebutuhan (Requirements Definition)
    Tujuannya : Untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan data yang dibutuhkan oleh user dalam                             sebuah organisasi. 
    Penjabarannya adalah :
1. Mendefinisikan Kebutuhan Data
   -Pengumpulan Informasi
   -Domain Constraint
   -Refrensial Integrity
   -Other Business Rules
2. Menentukan Ruang Lingkup
3. Pemilihan Metodologi
  -Mengidentifikasi User Views
  -Model Data Struktur
  -Model Database Contraint
2.       Rancangan Konseptual (Conceptual Design) 
Tujuannya : Untuk membuat sebuah model data konseptual (arsitektur informasi) yang akan mendukung perbedaan kebutuhan iinformasi dari beberapa user dalam sebuah organisasi.
c. Rancangan Implementasi (Implementation Design)
 Tujuannya : Untuk memetakan model data logis (logical data model) ke dalam sebuah skema yang dapat diproses oleh DBMS tertentu melalui transformasi ERD ke relasi.
d. Rancangan Fisik (Physical Design)
Pada tahap terakhir ini, logical database structured (normalized relation, trees, network, dll) dipetakan menjadi physical storage structure seperti file dan tabel. 
Rancangannya Seperti :
  -Model detail oleh Database Specialists
  -Diagram Entity-Relationship
  -Normalisasi
  -Spesifikasi hardware/software
e. Langkah perbaikan (Stepwise Refinement) Keseluruhan proses perancangan pada perancangan database harus dipandang sebagai satu langkah perbaikan, di mana perancangan pada setiap tahapan diperbaiki secara progresif melalui perulangan (iteration). Langkah perbaikan harus dilakukan pada bagian akhir setiap tahapan sebelum melangkah ke tahapan berikutnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOAL ADMINISTRASI BASIS DATA

ProProfs - Soal Administrasi Basis Data